Sunday, July 24, 2011

Sukses Memulai Bisnis Online

Transaksi jual-beli secara online mulai dilirik para pengusaha maupun konsumen. Keunggulan dari e-commerce bagi pembeli adalah kemudahan dalam hal menemukan produk yang diinginkan, bisa memesan dari mana saja, kapan saja, dan juga banyaknya pilihan pembayaran. Bagi pengusaha, e-commerce memungkinkan pengusaha untuk mendirikan usaha dengan modal minim sekalipun karena pengusaha bisa memulai usahanya dari rumah. Namun, apakah memang sesederhana itu? Apa tantangan e-commerce dan bagaimana trik jitu memulai e-commerce?
Perdagangan elektronik atau e-commerce adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
E -commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
Sebelum memulai e-commerce, anda harus melakukan riset terlebih dahulu. “Anda harus melihat kompetisinya di internet. Misalnya saya yang berbisnis boneka. Awalnya saya cari dulu di google apakah bisnis boneka online di Indonesia sudah banyak. Bagaimana permintaan pasar terhadap boneka. Hal-hal seperti itu saya riset dulu sebelum memulai membangun web,” ujar Dewanto Pornomo, pendiri boneka lucu.com saat menjadi pembicara dalam seminar “Best Practise of E-Commerce in SME” yang diadakan oleh Komunitas Tangan di Atas (TDA) dalam rangkaian acara ICC 2011, Assembly Hall 1, JCC, Jakarta, Sabtu (10/6/2011).
Dewanto menambahkan, setelah melakukan riset dan memutuskan produk apa yang akan dijual, anda bisa mencari produsen barang tersebut dan melakukan order pertama. “Anda bisa mencoba sistem dropshipping terlebih dahulu untuk tes market. Anda bisa mencari dropshipper untuk memulai usaha anda,” ujarnya.
Dropshipper adalah perusahaan yang menyediakan produk/gift (beberapa bisa di-custom sendiri) untuk dijual oleh reseller (dalam hal ini anda sebagai penjual). Dropshipper inilah yang melakukan semua kegiatan, mulai dari pemrosesan order barang untuk diproduksi, pemaketan, sampai pengiriman barang ke alamat pembeli. Jadi, anda sebagai reseller tidak perlu repot keluar modal dan menyediakan stok barang . Anda hanya mentransfer pesanan pembeli kepada dropshipper.
Dony Octaviano pendiri Taskoe.com yang juga hadir dalam acara ini menambahkan, setelah anda menjalankan sistem dropshipping, anda harus terus melakukan perbaikan pada website yang anda bangun. “Mulai dengan membuat website, lalu jual produk lain dulu dengan sistem dropshipping sambil membenahi web anda. Setelah usaha mulai berjalan, coba jual produk anda sendiri. Kalau menjual produk orang lain harganya lebih mahal karena anda harus mencari keuntungan, saat menjual produk sendiri mungkin akan jadi lebih murah sehingga pembeli akan bertambah,” ujar Dony.
Saat anda sudah memulai menjalankan bisnis dengan menjual produk anda sendiri, anda harus mulai melakukan promosi di media online. Promosi web yang paling efektif menurut para pembicara adalah dengan melakukan SEO (Search Engine Optimization). SEO adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut. Tujuan dari SEO adalah menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan. Secara logis, situs web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.
“Kalau anda beriklan, seakan-akan anda yang mencari pembeli. Tapi kalau memanfaatkan fasilitas mesin pencari seperti Google, seakan-akan pembeli yang mencari anda. Pembeli akan mencari suatu produk di google ketika ia tidak tahu kemana ia harus membeli suatu produk yang sedang dicarinya. Dengan SEO, web anda akan menduduki peringkat pertama atau minimal peringkat sepuluh jika orang mengetik kata kunci produk yang anda jual. Misal orang mencari baju muslim dan dia mengetik keyword baju muslim. Karena saya bisa menguasai SEO maka siapa saja yang mencari produk baju muslim akan menemukan website saya (www.tanahabang.asia) dari Google,” jelas Muklish, founder tanahabang.asia yang juga menjadi pembicara dalam acara ini.
Selain SEO, anda juga harus melakukan optimalisasi promosi di social media. Menurut Donny, beriklan  di social media lebih efektif ketimbang beriklan di media massa online atau melakukan kerja sama pertukaran link. “Saya pernah kerja sama dengan portal news. Namun dari 20 view di portal itu, web saya hanya dapat satu view, artinya tidak efektif. Tidak semua orang pembaca berita tertarik meng-klik ke web kami. Sedangkan di social media, anda bisa masuk ke komunitas-komunitas secara langsung dan mengedukasi mereka tentang pentingnya produk anda. Berilah informasi yang bermanfaat untuk kehidupan mereka sehingga mereka tertarik untuk meng-klik link ke website anda,” tambah Donny.
Agung Budi P, founder bungahati.com yang turut hadir dalam acara ini menambahkan, anda tidak perlu khawatir dengan traffic transaksi. “Lebih baik trafficnya sedikit tapi conferce-nya tinggi, daripada trafficnya tinggi tapi conferce-nya rendah. Contoh, ada 100 kali transaksi dengan harga penjualan hanya sekitar Rp 10.000, berarti anda mendapat Rp 1 juta. Bandingkan dengan 10 transaksi saja namun dengan harga penjualan Rp 300.000, berarti anda mendapat Rp 3 juta. Pilih mana?” ungkapnya.
Menjadi pengusaha e-commerce membutuhkan keberanian untuk memulai, kreatifitas untuk mengembangkan web, ketepatan memilih media promosi, dan tak lupa harus memudahkan pembeli dalam hal pembayaran. Anda bisa menggunakan sistem transfer, e-banking, atau kartu kredit, bahkan cash on delivery alias bayar di tempat.
Anda sudah siap memulai?

Mengemas Limbah Kertas Jadi Bisnis Berkelas

Produk daur ulang kertas sudah kian jamak di pasaran. Ini membuktikan, ada pangsa pasar untuk produk kreatif ini. Kreativitas mengolah limbah kertas ini bisa menghasilkan keuntungan cukup besar, sementara modal yang dikeluarkan minim.
Produk dari daur ulang kertas memang bukan barang baru di Tanah Air. Sejak tahun 1990-an, produk ini sudah mulai dikenal masyakarat dan sempat booming karena keunikannya.
Jenis produk yang bisa dihasilkan dari daur ulang kertas ini juga terus berkembang. Semula wujudnya hanya frame atau pigura foto dan blocknote. Lalu, bermunculan kreasi produk-produk baru seperti wadah tisu, kotak perhiasan, kotak hantaran, dan kotak kado. Sekarang, produk semacam ini mudah ditemui di pasaran. Yang membedakan produk yang satu dengan yang lain adalah desain, bentuk, dan warna yang kian kreatif.
Isu-isu seputar go green yang masih bergaung hingga sekarang membuat produk-produk dari daur ulang kertas ini semakin diminati. Biasanya, produk-produk dari daur ulang kertas ini dijadikan suvenir dalam berbagai acara.
Tren batik beberapa tahun terakhir juga membuat pamor produk-produk dari daur ulang kertas kian bersinar. Sebab, produk-produk dari bahan bubur kertas yang berkesan etnik ini pas bersanding dengan barang-barang yang dibuat dengan teknik batik. "Masih terbuka pasarnya. Produk frame foto yang merupakan jenis produk paling lawas pun permintaannya masih banyak," kata Diana Herawanti, pemilik Spinifex, perajin produk daur ulang kertas di Bantul.
Pengusaha lain dari Yogyakarta, Dicka Armitasari, juga cukup optimistis dengan peluang bisnis produk yang memanfaatkan limbah ini. "Toko-toko kerajinan cukup banyak, toko-toko batik juga banyak. Jadi, produk-produk kertas daur ulang ikut berpeluang diminati pasar," kata Dicka, yang baru memulai usaha ini tahun 2009.
Hingga saat ini, baik Diana maupun Dicka masih melayani konsumen dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. "Yang datang ke saya biasanya beli untuk dijual kembali," kata Diana.
Dalam sebulan, Diana bisa memproduksi 3.000 unit produk dengan omzet Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan. Sementara itu, Dicka sebulan bisa mendapat pesanan sampai 1.000 unit produk dengan omzet Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta. Keuntungan yang mereka dapat bisa mencapai 50 persen dari omzet.
Mau belajar desain
Bekal utama yang harus dimiliki dalam menjalani usaha semacam ini sudah tentu adalah kreativitas. Maklum, barang yang diproduksi merupakan jenis produk yang terbilang punya nilai seni. "Ia juga harus mau belajar soal tren. Misalnya, sekarang ini konsumen lebih menyukai produk-produk yang sifatnya fungsional bukan sekadar dekoratif," kata Diana.
Menurut Joko Wahyudi, pemilik Ken Rayi Paper Craft di Solo, pembuatan produk dari daur ulang kertas terbilang mudah asalkan pembuatnya punya jiwa seni. "Semua bisa dipelajari dengan mudah asal telaten," katanya.
Dicka yang baru saja lulus kuliah sependapat dengan Joko. Untuk mempelajari pembuatan produk, kita bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya di internet. "Kalau mau belajar langsung juga bisa. Sekarang banyak yang menawarkan pelatihan proses pembuatan kertas daur ulang dan produksinya. Saya dulu memulainya dengan ikut pelatihan," ujarnya.
Joko mengungkapkan, setiap pelaku dalam usaha ini harus memperhatikan selera pasar. Selain itu, mereka kudu mencoba berinovasi sekalipun produk sejenis sudah banyak di pasaran. Misalnya, inovasi dari sisi warna atau hiasannya. Ambil contoh, dari sisi hiasan, si pembuat bisa lebih bermain kombinasi dengan benda-benda unik dan berkesan etnik seperti rempah-rempah, bunga, atau daun kering. Pilihan lain adalah dikombinasikan dengan kain-kain tradisional, seperti batik atau ulos.
Adapun pewarnaan kertas bisa menggunakan warna alam seperti pandan, daun rambutan, atau kunyit. Serat-serat kertas supaya lebih unik bisa dicampur dengan serat nanas atau serat pelepah pisang. Patut diingat, produk-produk semacam ini rawan penjiplakan. Jadi, Anda mesti rutin atau sering-sering melakukan inovasi.
Modal kecil
Untuk menjajal usaha ini, modal yang harus Anda keluarkan tidaklah banyak, antara Rp 1 juta–Rp 3 juta saja. Uang itu digunakan untuk membeli peralatan seperti blender, papan bak kayu, penggaris, ember, cutter, filter, dan alat tulis. Untuk tempat produksi, Anda bisa memanfaatkan ruangan di rumah Anda sehingga bisa hemat ongkos sewa lokasi usaha. Di Jakarta Selatan, sewa tempat ukuran 35 meter persegi berkisar Rp 10 juta–Rp 35 juta per tahun.
Nah, bila ingin merenovasi lokasi produksi, perlu disiapkan uang sekitar Rp 3 juta. "Biaya itu sudah termasuk untuk membeli rak-rak untuk memajang produk," kata Dicka. Untuk melengkapi usaha semacam ini, paling tidak, Anda juga harus memiliki alat transportasi seperti sepeda motor untuk memperlancar usaha.
Menurut Diana, menekan biaya ada baiknya, yakni Anda mendaur ulang kertas sendiri. "Keuntungan yang didapat bisa lebih besar dibandingkan dengan kita membeli kertas daur ulang yang sudah jadi di pasaran," ujarnya.
Asal tahu saja, harga kertas daur ulang ukuran A3 di pasaran seharga adalah Rp 1.500 hingga Rp 2.800 per lembar. Bila dalam sebulan membutuhkan 1.000 lembar kertas, uang yang harus disiapkan sekitar Rp 1,5 juta. Kalau membuat sendiri, dengan uang Rp 200.000–Rp 300.000, Anda sudah bisa menghasilkan kertas sebanyak itu. Harga bahan baku, yakni kertas-kertas bekas atau koran cukup murah. Per kilogram bisa ditebus Rp 1.000. Asumsinya, untuk membuat 1.000 lembar kertas dibutuhkan 100 kg kertas bekas, sehingga Anda hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 100.000.
Sisanya uang bisa Anda gunakan untuk membeli pewarna dan bahan serat lain untuk menghasilkan kertas yang bertekstur. "Selain lebih irit, kita bisa menciptakan tekstur kertas yang kita inginkan sehingga produk kita mempunyai ciri khas kertas yang berbeda dengan yang lain," jelas Diana.
Dalam sebulan, pengeluaran yang harus Anda perhitungkan antara lain adalah pembelian karton sebagai bahan dasar aneka produk. Sedikitnya, Anda harus merogoh kocek Rp 2 juta untuk membeli karton dan lem. Sementara untuk membeli bahan tambahan hiasan produk sekitar Rp 500.000.
Gaji untuk dua orang karyawan sekitar Rp 2 juta. "Karyawan tetap tak usah banyak-banyak, dua–tiga orang saja. Kalau ada orderan banyak, baru pakai tenaga borongan," ujar Joko.
Strategi pemasaran
Diana menyarankan, Anda memperkenalkan produk kertas daur ulang secara online di situs internet. "Saya dulu hanya ditulis profil usahanya dan menampilkan beberapa produk serta mencantumkan nomor telepon. Dari situ, satu per satu pelanggan datang," jelas Diana.
Dengan memamerkan produk-produk di internet, calon konsumen dari segala penjuru dunia bisa mengaksesnya. "Sekarang, yang ramai memang pasar di luar Pulau Jawa. Pesanan saya banyak dari luar Pulau Jawa, biasanya untuk dijual kembali," kata Diana.
Selain memasarkan secara online, Dicka juga aktif ikut bazar atau pameran produk. Dengan aktif memamerkan produk melalui bazar ini, produk akan semakin dikenal. "Saya dulu ikut bazar di kampus-kampus. Dari kesempatan itulah produk saya dikenal dan langsung ada pesanan suvenir. Sampai sekarang, kampus itu masih langganan," papar Dicka.
Selain itu, coba cari rekanan bisnis. Misalnya, toko-toko kerajinan. Di tempat seperti itu Anda bisa menitipkan barang produksi. "Ada lima toko yang saya titipi. Ada toko kerajinan, ada juga toko batik," kata Joko. Biasanya, menembus toko-toko semacam itu tak terlalu sulit asalkan barang yang kita tawarkan layak jual dan mempunyai harga murah.
Patut dicatat, ketika menitipkan barang di toko orang lain, Anda harus rajin menengoknya. Ini penting, guna memperhatikan seberapa besar minat pasar terhadap produk yang ditawarkan. Tujuan lain adalah untuk memperbaharui jenis barang dan membangun kepercayaan dari si pemilik toko.
Menawarkan produk pendamping
Joko menyarankan, seiring perkembangan bisnis produk dari kertas daur ulang Anda, bila bisnis sudah mulai berjalan, ada baiknya Anda mulai menawarkan produk jenis lain yang memang dibutuhkan pasar. “Ini hanya untuk mendongkrak pendapatan saja,” kata Joko.
Ambil contoh Joko. Setelah menitipkan produk berbahan baku kertas daur ulang di toko batik, dia menangkap peluang lain, yaitu permintaan kemasan batik. Joko pun menawarkan tas berbahan kertas dengan desain yang disesuaikan dengan karakter toko batik tersebut. Hasilnya, pesanan pembuatan tas kertas ini tak kalah ramai dibandingkan dengan pesanan produk-produknya berbahan kertas daur ulang tadi.
Begitu juga dengan Diana yang mencoba memberikan tawaran produk lain, seperti lilin hias. “Ini supaya konsumen juga punya pilihan belanja yang lain,” katanya.
Jika tekun menjalani usaha ini, siapa tahu berkah lain siap menanti Anda yang eksis dan sukses. Diana, yang sudah menjalankan usaha ini sejak 2000, kini, mulai sering mendapat tawaran untuk memberikan pelatihan proses pembuatan kertas daur ulang dan produksi barang dari kertas daur ulang. Sudah tentu, menjadi mentor dalam pelatihan tak gratis. Honornya bisa jadi penambah uang saku.
Bagaimana, Anda juga tertarik mencoba? (Fransiska Firlan/Kontan)

Gagal Bisnis Rajutan, Dasep Sukses Kelola Koperasi

Kompas.com. Gurita jaringan minimarket dan ritel modern besar yang sampai ke pelosok tidak lantas menyapu para pemain lokal. Buktinya, masih ada yang bertahan, terus berkembang, bahkan bersaing dengan perusahaan besar. Contohnya SB Mart, Furnimart, dan Mer Furniture yang dimiliki Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) Bogor.

Lihat saja, jaringan minimarket SB Mart bertebaran di Jawa Barat. Total, saat ini ada 45 gerai yang tersebar di Bandung, Bogor, hingga kawasan Puncak. Ada juga toko mebel Mer Furniture dan Furnimart yang punya sembilan toko di Depok, Kuningan, dan Bandung.

Omzet usaha ini juga cukup besar. Dalam sehari, satu gerai SB Mart bisa menghasilkan Rp 8 juta. Sebulan, keseluruhan minimarket tersebut menghasilkan Rp 9,6 miliar. Begitu juga dengan sembilan toko mebel yang omzetnya bisa mencapai Rp 1,3 miliar per bulan.

Keberhasilan bisnis KSB Bogor tidak bisa dilepaskan dari sosok Dasep Surahman, salah satu pendiri KSB sekaligus perintis SB Mart dan Furnimart. Di tangan pria kelahiran Sukabumi, 6 Desember 1972 ini, bisnis KSB semakin menggurita.

Darah pengusaha memang mengalir pada bapak dua orang putri ini. Meski lahir sebagai anak ketujuh dari sembilan bersaudara dari pasangan Pak Mamad Akhmad, seorang pengusaha restoran di Sukabumi, dan Bu Atikah, Dasep tidak lantas mengandalkan kekayaan orangtua. “Saya sudah berusaha sejak muda,” ujarnya.

Setelah lulus dari jurusan teknik industri di Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 1996, ia memutuskan menikah dan tidak bekerja kantoran. Ia tidak ingin pulang ke Sukabumi, tapi tinggal di Bandung.

Berbekal uang pinjaman dari orangtua sebesar Rp 10 juta, pada 1997, Dasep merintis bisnis rajutan dan pakaian bersama istrinya, Reny Hermawati, di Kota Kembang. Ia menggunakan uang itu untuk membeli satu unit mesin jahit seharga Rp 3 juta, dan sisanya untuk belanja bahan baku kain.

Bisnis pertama ini terbilang lancar. Dalam tempo tiga tahun, pelanggan sudah banyak. Tahun 2000, Dasep bisa membeli hingga 40 unit mesin rajutan. Karyawannya terus bertambah hingga mencapai 60 orang.

Sayangnya, pada tahun 2001, Dasep salah memenuhi pesanan pakaian dari pelanggan. Sudah bisa ditebak, pelanggannya menolak pengiriman barang. Alhasil, ribuan pakaian menumpuk di gudang dan ia menanggung kerugian puluhan juta rupiah.
Saat simpanannya terkuras habis, Dasep masih harus menanggung istri dan dua anak berusia di bawah lima tahun.
Diajak bekas mentor
Tak cuma itu, berhubung modal usaha banyak didapat dari pinjaman, Dasep harus memenuhi kewajiban. Saat itu merupakan masa habis-habisan. Untuk menanggung semua kerugian, ia harus melepas semua harta benda yang telah dikumpulkan selama beberapa tahun. Ia terpaksa menjual rumah dan mobil semua untuk membayar bayar utang.

Saat simpanannya terkuras habis, Dasep masih harus menanggung istri dan dua anak berusia di bawah lima tahun. Ia bahkan pernah hanya memiliki uang Rp 3.000. Terdesak keadaan, ia memilih pulang ke rumah orangtuanya di Sukabumi.

Namun, bersama orangtuanya, Dasep hanya bertahan sebulan. Prinsip ingin mandiri dan lepas dari bantuan orangtua mendorongnya bekerja lagi di Bandung. Pada tahun 2002, ia menjadi agen sebuah perusahaan asuransi. Pekerjaan ini hanya dijalani selama beberapa bulan lantaran tidak betah.

Jiwa usahanya kembali muncul. Dasep berbisnis segala macam, mulai dari jual beli mobil sampai barang kebutuhan umum. Meski memiliki anak buah, ia tidak malu terjun ke lapangan. “Bagi saya, yang penting bisa menghasilkan makan dari usaha,” tandas dia.

Rupanya, semangat pantang menyerah itu membuahkan hasil. Tahun 2004, mantan mentornya di asuransi, Iwan Setiawan, mengajak mendirikan sebuah koperasi. Bak gayung bersambut, Dasep menerima tawaran itu. Ia merasa tidak ada motivasi khusus selain butuh pekerjaan tetap.

Di usaha bernama Koperasi Sejahtera Bersama, Iwan menduduki posisi sebagai ketua, dan Dasep sebagai sekretaris. Di awal pendirian koperasi, ia ikut terjun ke lapangan mencari anggota. Tahun 2005, setelah anggotanya banyak, ia membesarkan unit usaha ritel dan perdagangan KSB.

Tidak mau mengulang kegagalan di bisnis rajutan, Dasep merancang serius bisnis ritel. Melihat potensi besar bisnis minimarket, tahun 2005, ia bermitra dengan PT Indomarco Prismatama mendirikan 30 Indomaret. Pada tahun 2007, ia juga mendirikan jaringan minimarket mebel bernama Furnimart dan Mer Furniture. Lambat laun, usaha ini sukses dan berhasil memikat warga di Bandung, Kuningan, dan Depok.

Namun, Dasep belum puas. Melihat pertumbuhan minimarket yang semakin besar, tahun 2010, Dasep mendorong KSB harus memiliki minimarket sendiri bernama SB Mart. Agar tidak kalah dari pesaingnya, SB Mart menerapkan harga khusus bagi anggota koperasi. (Feri Kristiant/Kontan)

Pembenihan dan Pembesaran Lele Sangkuriang


Sampai saat ini, permintaan ikan lele setiap tahun mengalami peningkatan.  Kebutuhan lele di wilayah Jabodetabek diperkirakan sekitar 75 ton sehari, sedangkan kebutuhan di daerah Bogor (Kota dan Kabupaten) diperkirakan 10 ton per hari. Secara lokal, petani Bogor baru mampu mencukupi 3 ton per hari.
Pengetahuan Masyarakat mengenai kandungan gizi ikan lele semakin meningkat.  Nilai gizi ikan lele termasuk tinggi dan baik untuk kesehatan karena tergolong makanan dengan kandungan lemak yang relatif rendah dan mineral yang relatif tinggi.  Dalam setiap 100 gram, kandungan lemak ikan ini hanya dua gram jauh lebih rendah dibandingkan dengan sapi (14 gram), apalagi daging ayam (25 gram).  Kandungan lemak tak jenuhnya tinggi.  Sehingga sangat mendukung metabolisme dalam tubuh.  Lemak dalam daging lele mengandung poli asam lemak tidak jenuh (PUFA) yang terdiri dari omega-3 dan omega-6.  PUFA tidak disintesa tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan.  Lemak ikan lele dapat menurunkan LDL (Low Density Lipid), kolesterol dalam plasma darah.  Kandungan protein lele sangat tinggi, sekitar 20 persen.  .  Daging lele dapat merangsang perkembangan otak anak, kandungan gizi lele sangat tinggi, banyak mengandung vitamin A.
Program pelatihan budidaya lele yang dilaksanakan Oleh Rekan Tani Sejahtera Lokasi Bubulak Ciluar Bogor Utara adalah sebagai upaya meningkatkan produksi lele untuk mencukupi suplai kebutuhan minimal daerah Bogor dan juga pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan jiwa wirausaha demi memperbaiki taraf hidup masyarakat.  Program pelatihan ini meliputi pengajaran oleh keilmuan akademisi, peninjauan lapangan,dan pendampingan masyarakat.  Lebih fokus tujuan program ini adalah meningkatkan pendapatan peserta melalui pengembangan unit usaha penunjang.

TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
Pelatihan Insya Alloh akan dilakukan di Kolam Lele Sangkuriang Rekan Tani Sejahtera beralamat di Bubulak Tarikolot, RT 001/003 Ciluar, Bogor Utara, Kota Bogor.
Pelatihan insya Alloh dilaksanakan hari Sabtu dan minggu 2-3 Juli 2011  dengan metode  pengajaran dengan metode kuliah dan  studi lapang.  Tindak lanjut kegiatan itu adalah program pendampingan ke tempat peserta akan menerapkan ilmu dan metode budidaya lele yang sudah didapat.
PESERTA DAN PEMATERI
Peserta kegiatan Insya Alloh dari Jabodetabek yang sudah mendaftar dengan kapasitas maksimal 30 orang dalam satu paket pelatihan
Pemberi materi kuliah berasal dari Rekan Tani Sejahtera, Usaha dan konsultan yang bergerak di bidang Lele sangkuriang, Alumni dari Institut Pertanian Bogor.
Program Pelatihan Lele Sangkuriang
Pelatihan Pembenihan dan Pembesaran Lele Sangkuriang
Dengan menggunakan Terpal
Rekan Tani Sejahtera

A.   Materi dan Praktek Pembenihan

1.     Persiapan kolam pembenihan
  • Pembuatan rangka Pembenihan dan Pemijahan  kolam terpal
  • Pembuatan terpal Pembenihan dan pemijahan  kolam terpal
  • Persiapan air kolam pemijahan
  • Pembuatan kakaban
2.     Pemijahan
  • Persiapan kolam pemijahan
  • Waktu pemijahan yang baik
  • Persiapan air pemijahan
  • Penyusunan kakaban yang efektif dan maksimal
  • Seleksi induk yang matang gonad/  siap kawin
  • Jumlah ekor pemijahan yang ideal
  • Pemindahan kakaban ke kolam pemijahan
  • Cara peletakan kakaban ke kolam pemijahan
3.     Pemeliharaan
  • Pemberian pakan alami
  • Pemberian pakan pabrik dan jenis-jenisnya
  • Sortir
  • Pemberian vitamin dan probiotik
  • Pengobatan
  • Pengaturan tinggi air kolam
4.     Panen
  • Cara panen yang aman
  • Cara transportasi benih yang baik
5.     Analisa biaya
  • Biaya Investasi
  • Biaya Produksi

B.   Materi  Praktek  dan  Pembesaran

1.     Persiapan kolam pembesaran
  • Pembuatan rangka Pembesaran  kolam terpal
  • Pemupukan Air
  • pesiapan air
2.     Penebaran benih
  • Aklimatisasi Air
  • Pengecekan benih
3.     Pemeliharaan
  • Pemberian pakan
  • Probiotik dan vitamin
  • Pengobatan
  • Sampling
  • Pengaturan tinggi air  kolam
4.     Panen
  • Sortir panen
  • Transportasi ikan
5.     Analisa Biaya
  • Biaya Investasi
  • Biaya  Produksi
C.   Biaya
  • Biaya pelatihan    :  500.000/ orang
  • Fasilitas                : Modul, tempat Praktek Pembenihan, dan konsumsi
  • Cara Daftar          : Reg _pelatihan Lele_nama_asal daerah kirim ke 085694438001 (bayu) Paling lambat tanggal 25 juni 2011
D.   Catatan
Pelatihan ini dilakukan dengan materi di kelas dan praktek lapangan
  • Setelah pelatihan mendapat konsultasi gratis
  • Waktu pelatihan di sesuaikan dengan peserta atau Rombongan
Bagi yang berminat Mengadakan Pelatihan dan Kerja sama usaha Lele Sangkuriang di daerahnya bisa hubungi :
BAYU ANDAR ADITIYA ( 0856 94438001 ) atau email  aa_bayu_10@yahoo.co.id
REKAN TANI SEJAHTERA ( 0251 3964289 ) atau email rts_bogor@yahoo.com

Thursday, July 14, 2011

Halaqoh Bisnis

Panduan Halaqoh Bisnis

  1. DEFINISI HALAQOH BISNIS
    Kelompok kecil yang memiliki komitmen tinggi yang beranggotakan para pebisnis dan atau calon pebisnis untuk mencapai target yang disepakati bersama
  2. MANFAAT
    Memiliki konsultan gratis
    Memiliki tim marketing gratis
    Memiliki lingkungan yang mendukung bisnis
    Knowledge sharing
    Banyak ide-ide baru
    Mendapat energi baru dalam menjalankan bisnis
    Memiliki tempat curhat
    Menambah network
  3. Anggota Halaqoh Bisnis
    Pengusaha dan Calon pengusaha
    Berada di level bisnis yang sama
    Lokasi berdekatan
    Dalam satu kelompok, sebaiknya berbeda-beda bidang bisnisnya
    Dianjurkan pria dan wanita dipisah
    Pertimbangan: faktor teknis & psikologis
    Tidak memiliki keanggotaan rangkap
    Jumlah anggota: 5 -7 orang
  4. LEVELISASI
  5. Nilai-Nilai yang Harus Ditegakkan
    Komitmen
    Give & Take
    Saling Percaya
    Kejujuran & Keterbukaan
    Solidaritas & Kebersamaan
    Tidak ada figuritas
  6. KOMITMEN
    Menjadi Konsultan
    Kehadiran
    Menjadi Marketer
    Menjaga Kerahasiaan
  7. KURIKULUM
    • Reason
    • Dream
    • Believe
    • Passion
    • Persistent
    • Strategy
    • Action
    • Pray
    MINDSET
    IMPLEMENTASI
    SPIRITUAL
  8. REFERENSI
    Master Your Mind Design Your Destiny – Adam Kho with Stuart Tan
    The Seven Habits of Highly Effective People – Stephen R. Covey
    Anthony Robbins: Unleash The Power Within, Awaken The Giant Within
    Financial Revolution – Tung DesemWaringin
    Blue Ocean Strategy – W. Chan Kim & Renee Mauborgne
    Billionaire in Training – Bradley J. Sugars
    The Secret (DVD danBuku): Rhonda Byrne
    Attractor Factor: Joe Vitale
    Meet and Grow Rich: Joe Vitale (untuk mastermind)
    Robert Kiyosaki: Richdad Series
    Robert G Allen, Mark V Hansen: One Minute Millionaire
    Michael Masterson: Seven Years to Seven Figures
    Roger Hamilton: Wink and Grow Rich, Your Life Your Legacy
    Instant Series by Bradley J. Sugars:
    Instant Leads
    Instant Promotions
    Instant Sales
    Instant Profit
    Instant Cashflow
    Instant Systems
    Instans Team Building
    dll
  9. Kegiatan Halaqoh Bisnis
    Pertemuan Rutin (2 ~ 3 jam):
    WIFLE (What I fell like expression), pengungkapan perasaan, winning, dll
    Sharing ilmu bisnis
    Product knowledge presentation
    Marketing prospect
    Kunjungan Bisnis
    Pelatihan / Workshop
    Raker (setahun sekali) untuk menyusun program kerja setahun ke depan
    dll sesuai kebutuhan
  10. Cara Pembentukan
    Kumpulkan calon anggota yang bersepakat membentuk Halaqoh Bisnis
    Bangun komitmen untuk membentuk Halaqah Bisnis dengan mempertimbangkan kemudahan untuk bertemu (tempat & waktu)
    Tentukan default tempat & waktu pertemuan
    Kumpulkan biodata (pribadi & usaha)
    Tunjuk satu koordinator & notulis
    Daftarkan ke Deputi Pengembangan Usaha. Hanya Halaqoh Bisnis yang terdaftar yang di akui
    Dianjurkan memiliki beragam latar belakang bisnis
  11. Perpindahan Kelompok
    Alasanpindah:
    • Jarak
    • Waktu
    • Naik Level Bisnis
    • Atausebablainnya
    Melapor ke koordinator Halaqoh Bisnis untuk diteruskan ke Deputi Pengembangan Usaha
  12. Waktu, Tempat, & Konsumsi
    Dianjurkan:
    Waktu pertemuan seminggu/2 minggu sekali
    Durasi pertemuan 2~3 jam
    Tempat yang tidak berbiaya mahal, tidak bising
    Tempat pertemuan dibuat bervariasi, di alam terbuka & tempat-tempat yang bisa memberikan inspirasi
    Konsumsi yg sederhana sehingga tidak memberatkan anggota
  13. Media Komunikasi
    Media KomunikasiAntarAnggota:
    • SMS
    • Blog
    • Milis
    • Facebook
    • BBM
    • dll
  14. Pembinaan Halaqoh Bisnis
    Setiap anggota Halaqoh Bisnis pada level yang lebih tinggi wajib membina (menjadi Mentor) Halaqoh Bisnis lainnya yg berada pada level di bawahnya.
    Kewajiban pembinaan ini menjadi tanggungjawab kelompok dan bukan perorangan.
  15. Menjadi Mentor (Coach)
    Kualifikasi:
    Mempunyai pengalaman bisnis
    Mempunyai jaringan bisnis
    Mempunyai ilmu coaching
    Syarat:
    Minimal bisnisnya telah berada berada di Level 2 (500 – 1M/tahun) selama 2 tahun.